PSPS Pekanbaru Pertahankan Pelatih Gurning

Sabtu, 08 Mei 2010

PSPS Pekanbaru Pertahankan Pelatih Gurning

VIVAnews - Hasil positif yang diperoleh Abdul Rachman Gurning bersama PSPS Pekanbaru sebagai pendatang baru kontestan Liga Super Indonesia (ISL) 2009/2020 berbuah manis. Manajemen tim Askar Bertuah langsung memperpanjang kontrak Gurning.

Mantan pemain PSMS Medan ini dipastikan menangani PSPS musim depan walau kompetisi musim ini belum berakhir. "Secara lisan manajemen PSPS sudah memberitahukannya. Saya juga sudah diminta memburu pemain yang dibutuhkan sejak sekarang. Namun detailnya seperti apa, mungkin baru bisa dipastikan setelah kompetisi berakhir,” terang Gurning pada GOSport.

Gurning juga belum mau bicara nilai nominal yang akan ia minta. Sama halnya pemain-pemain yang ia inginkan pada musim mendatang.

Namun, mantan pembesut Persitara Jakarta Utara ini memberikan catatan buruk kepada beberapa pemain asing, seperti bomber Herman Dzumafo Epandi dan bek tengah Banaken Bosseken. Sepanjang Liga Super, Gurning menilai Dzumafo tak disiplin dalam menjaga kondisi.

“Ia mulai sulit diatur setelah berumah tangga. Latihan seenaknya sendiri sehingga berat badannya terus naik. Akibatnya, pergerakan Dzumafo jadi lamban. Saya juga sudah sering kasih nasihat, tapi belum ada perubahan. Tetapi, tidak mungkin kontraknya diberhentikan di tengah jalan,” aku Gurning.

Sementara itu, Banaken tidak disiplin dalam bermain maupun di luar lapangan. Banaken, sebut Gurning, sering melakukan blunder dan absen dalam latihan hingga didenda.

Lepas Pemain

Manajer tim PSPS, Dastrayani menyebutkan, dengan berada di posisi 5 Besar ISL, sudah cukup bagi manajemen untuk memperpanjang masa kontrak Gurning. Promosi ke Liga Super merupakan prestasi lainnya dari Gurning, selama menukangi PSPS.

Ia juga menyebutkan ada sekitar 15 pemain yang akan dilepas pada musim mendatang. Pemain yang berusia di atas kepala tiga, jadi sasaran pencoretan terkecuali ada garansi dari pelatih.

Namun, syarat itu tak berlaku kepada Rusdianto karena sumbangsihnya sebagai gelandang bertahan selama ini sangat positif. Pemain asal PSMS Medan ini juga dikenal punya disiplin tinggi.

Ada pun pemain yang dicoret di antaranya gelandang Agus Rianto, Andhika Yudhistira dan Tarjaki Lubis. Agus Rianto dan Tarjaki akan diberikan tugas sebagai pelatih PSPS U-21, sedangkan Andhika sumbangsihnya sangat minim.

Mengenai pemain asing (4), kata Dastrayani, semuanya akan dipertahankan. Ketika hal itu dikonfirmasi kepada Gurning, ia mengaku tidak tahu karena belum pernah dibicarakan. (one)

Laporan: Daniel Siahaan/GOSport

AddThis Social Bookmark Button


PSPS Pekanbaru Cukur PSM 3-0

PSPS Pekanbaru Cukur PSM 3-0


Pekanbaru (ANTARA News) - PSPS Pekanbaru kembali memperlihatkan ketajamannya ketika mencukur PSM Makasar dengan skor 3-0 dalam pertandingan lanjutan Indonesia Super League (ISL) 2009/2010 di Stadion Kaharudin Nasution, Pekanbaru, Selasa.

Ketiga gol tuan rumah masing-masing dicetak oleh M Isnaini pada menit ke-12 memanfaatkan blunder pemain bertahan PSM, Faturrahman dengan tendangan "first time" ke arah gawang.

Sedangkan dua gol lagi diborong gelandang yang jarang dimainkan menjadi starter PSPS, Putut Waringin Jati masing-masing di ke-34 dan pada menit ke-38 babak babak pertama.

Gol Putut yang menjadi starter pada pertandingan itu yang menggantikan posisi pilar PSPS, Ade Chandra Kirana karena harus menjalani operasi lutut kanan itu tercipta melalui sundulan kepala memanfaatkan umpanan dari April Hadi.

Empat menit berselang mantan pemain PSMS Medan itu kembali membuktikan kalau dirinya sebagai pemain yang masih diperhitungkan dengan menambah pundi gol berawal dari tendangan bebas Dzumafo Herman yang tidak mampu diantisipasi kiper PSM, Syamsidar setelah menerima umpan matang dari Isnani di dalam kotak penalti.

Sejak wasit meniup peluit dimulainya babak pertama, tim besutan Abdurrahman Gurning itu terlihat begitu mendominasi jalannya pertandingan melalui permainan yang mengandalkan kolektifitas sehingga PSPS bisa unggul telak hingga istirahat turun minum.

Memasuki babak kedua, pemain tim tamu yang kini dilatih oleh mantan pemain PSMS Medan, Tumpak Uli Sihite memperagakan permainan yang keras dan menjurus kasar terhadap pasukan "Askar Bertuah".

Sehingga tak jarang Mardi, wasit asal Purwakarta terpaksa meniup peluitnya tak sedikitnya tiga pemain asing PSM masing-masing Joo Ki Hwan, Park Jung Hwan dan Luis Pena dihadiahi kartu kuning.

Namun dengan penampilan keras yang menjurus kasar itu, tim "Juku Eja" tersebut mampu memberikan perlawanan bagi tim tuah rumah dan merepotkan barisan pertahanan PSPS yang dikawal Deddy Gusmawan dan kawan-kawan.

Tercatat beberapa kali kiper PSPS, Dede Sulaiman terpaksa melakukan penyelamatan gemilang dari uji coba tendangan jarak jauh yang dilakukan pemain PSM baik melalui Park Jung Hwan dan Diva Tarkas.

Tetapi hingga babak kedua berakhir, skor 3-0 bagi kemenangan tim tuan rumah tidak berubah.

Sususnan pemain

PSPS; Dede Sulaiman, Danil Junaidi, Deddy Gusmawan, Banaken Bassoken, Agus Cima/Septi Hadi, Rusdianto, Putut Waringin Jati/M Zahrul Azhar, April Hadi, Josh James Maguire, M Isnaini dan Dzumafo Herman.

PSM; Syamsidar/M Rahman, Adnan Buyung, Faturahman, Fandy Edi, Joo Ki Hwan, Luis Pena (KK), Diva Tarkas, Syamsul Hairuddin/Rahmat, Adrian Samsul/Park Jung Hwan (KK), Shin Hyu Joon dan Osvaldo Moreno.(Ant/R009)

AddThis Social Bookmark Button


 

Design by Amanda @ Blogger Buster